BBM akhirnya tetap naik, meski presiden harus menjilat ludahnya sendiri. Kasihan negeri ini, punya pemimpin yang demikian tidak punya harga diri. Orang hanya dihargai melalui perkataan yang keluar dari mulutnya. Tetapi inilah yang terjadi dengan presiden kita, kata-katanya kepada rakyat tidak dipegang dengan keteguhan, kata-kata itu tidak ia dekap dengan segala daya upaya, dengan segala keberanian untuk menanggung resikonya. Kata-kata itu justru diingkarinya. Ketika kata-kata itu kembali  diputar di media, barisan menteri  terpercaya sibuk membelanya, dengan kata-kata janggal yang memalukan. Hanya sampai disinikah martabat pemimpin kita. Masalah BBM sesungguhnya adalah ujian sampai sejauh mana pemerintahan ini bekerja keras mengatasi persoalan rakyat. Menaikkan harga BBM tentu langkah yang paling mudah, yang bisa ditempuh oleh siapapun yang menjadi menteri atau menjadi presiden. Tapi ini langkah yang sama sekali tidak cerdas. Ini langkah yang ditempuh oleh para pemalas.

Manajer

Mei 1, 2008

Di tengah kawan

pengambil kebijakan

aku diam

ribuan pergolakan kukekang

agar angin ribut tidak datang

tetapi kubayangkan sebuah jurang

kembali ada di depan

aku sudah mengingatkan secara terang-terangan

tetapi tidak ada dari kawan jawaban

kafilah akan berlalu dan aku menjadi anjing … guk guk guk

 

Kelak hanya waktu yang akan menjadi jawab

tetapi aku tidak mengharapkan

meski logikaku mengatakan

kali ini kita tetap tidak akan kemana-mana

 

Karena terlalu besar taruhannya

ketika lembaga yang besar ini

diserahkan pada satu genggaman tangan

 

 

Kegalauan kegagalan

April 22, 2008

Sebuah perjuangan panjang ribuan anak bangsa

dipertaruhkan

dalam kebijakan

seorang pedagang yang menjadi penguasa

Kembali sejarah mencatat

kesalahan yang akan terus terulang

keberhasilan tidak ditentukan oleh usaha

demikian ajaran petinggi bangsa ini

kegagalan tidak ditentukan oleh kelemahan

Tidak akan pernah tahu

mengapa aku gagal

karena tidak pernah ada jawab

Kebijakan ini

tidak pernah dapat dipertanggung jawabkan

diatas kegalauan nasib ribuan anak-anak bangsa ini

sebuah kebodohan dan mungkin keserakan dipertontonkan

pada jaman

UAN 2008

April 19, 2008


Kembali kali ini

ketidakpastian menjerat anak-anak jaman

dalam kelam

sejarah ditimbang oleh kedunguan

sebuah hasil diperjuangkan

dengan jahat

dan nasib anak-anak jaman jadi permainan

kepongahan penguasa

inilah cara rezim amoral mendidik anak-anak jaman

tidak ada kejelasan

Sebuah Janji

April 19, 2008

Ke depan nak akan lebih baik

hidup akan makin mudah

bapak akan kerja

dan kau akan sekolah lagi

sabarlah

sekarang memang susah

kini belum lagi giliran kita untuk hidup sejahtera

banyak pemimpin kita yang lebih butuh biaya

para menteri perlu tabungan milyaran

para anggota dewan pun ingin hal yang sama

meski kadang dengan cara nakal

sabarlah nak biarkan mereka puaskan dahaga

kita kan biasa sengsara

nasibmu biarlah mengalir

Suatu saat nanti

janji itu akan hadir

kelak

Hello world!

April 18, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.